jurnalharian
543511802334050
Loading...

Gambar Batu Firaun Tertua Ditemukan

AP/Khalil Hamra Jurnal Harian - Jakarta--Representasi Fir'aun tertua telah ditemukan dipahat pada batu di sebuah gurun di sela...


Gambar Batu Firaun Tertua Ditemukan
AP/Khalil Hamra


Jurnal Harian - Jakarta--Representasi Fir'aun tertua telah ditemukan dipahat pada batu di sebuah gurun di selatan Mesir. Pahatan tua ini ditemukan pada batu vertikal di Nag el-Hamdulab yaitu 4 kilometer sebelah utara bendungan Aswan.

Salah satu ukiran yang ditemukan adalah menggambarkan Firaun yang sedang naik perahu dengan petugas tahanan. Terlihat juga didalamnya hewan yang jelas menggambarkan bahwa perahu tersebut sedang mengumpulkan pajak. "Kami tidak tahu pasti siapa raja yang tergambar di Hamdulab ini. Kita bisa menebak dengan paleographic dan ikonografi," kata Maria Carmela Gatto, peneliti Mesir kuno di Universitas Yale dan juga co-direktur proyek arkheologi Aswan-Kom Ombo di Mesir.

Memang, gaya ukiran menunjukkan bahwa gambar dibuat pada masa Dinasti akhir, sekitar 3200-3100 SM. Pada masa ini adalah pemerintahan Narmer, raja pertama yang menyatukan wilayah utara dan selatan Mesir sehingga dianggap oleh banyak sarjana sebagai Fir'aun pendiri Mesir.

Ukiran kuno ini ditemukan pada tahun 1890 oleh arkeolog Archibald Sayce. Makna ukiran tersebut tetap tidak diketahui selama lebih dari satu abad. Pada tahun 1960, arkeolog Mesir Labib Habachi memotret gambar batu yang ditemukan Sayce tetapi tak pernah mempublikasikannya.

Ketika salah satu gambar Habachi muncul kembali pada 2008, Gatto menyelidiki situs dan menemukan sebuah galeri seni batu secara keseluruhan. Para peneliti menyelidiki total tujuh ukiran yang menampilkan adegan berburu, peperangan dan acara festival bahari.

Gambar batu yang paling luas selebar hampir 10 kaki. Disitu menunjukkan lima kapal, salah satunya membawa raja anonim yang sedang memegang tongkat panjang dan mengenakan mahkota putih, topi baja berbentuk kerucut yang melambangkan pemerintahan dari selatan Mesir.

Raja diikuti oleh pelayan yang memegang kipas dan didahului oleh anjing serta pelayan biasa. Elang muncul di bawah raja, sementara tiga kapal yang lainnya membanggakan simbol tanduk banteng. "Baik elang dan banteng adalah simbol kerajaan yang menekankan karakter kerajaan pada kapal," kata Gatto.

Di bagian bawah tablo, salah satu perahu memiliki kabin berkubah yang menurut para peneliti adalah tempat suci. Kapal ini kemudian berubah menjadi "perahu ilahi".

Di depan perahu kerajaan, terdapat empat orang berjenggot memegang tali. Kemungkinan mereka adalah penarik kapal. "Adegan keseluruhan menggambarkan saat itu sedang terjadi prosesi keagamaan pra Dinasti Mesir yang menjadikan tur kemenangan seorang raja saat mengumpulkan pajak," kata para peneliti.

Empat tanda hieroglif mencitrakan tulisan "pengikutan bahari". Menurut Gatto dan rekan, kemungkinan adegan ini berhubungan dengan acara kerajaan dan ritual yang dikenal sebagai "pengikutan Horus" yaitu tur pajak dua tahunan yang diikuti raja dan pengadilan untuk menunjukkan otoritas raja seluruh negeri. Simak berita iptek lainnya.

DISCOVERY NEWS | ISMI WAHID

Sumber : tempo.co
Reaksi: 
headlines 4219975385015815360

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Arsip Blog

Feed Berlangganan

Posting Populer

Random Posting